Tips

Bagaimana Prosedur Gadai BPKB Mobil Avanza?



Pada postingan https://www.multidana.id/gadai-bpkb-mobil/ kali ini, kita akan membahas tentang Bagaimana Prosedur Gadai BPKB Mobil Avanza agar sukses mendapatkan dana pinjaman untuk berbagai keperluan kita.

Sebenarnya untuk proseduralnya sama saja, baik itu jenis mobil avanza ataupun jenis mobil lainnya. Karena yang paling penting adalah BPKB tersebut atas nama pribadi. Bagaimana jika masih atas nama orang lain?. Tenang saja, ada opsi dan ketentuan untuk hal tersebut, yakni dengan menyertakan kuitansi pembelian dari orang terkait, dan lebih baik jika kita meminta terlebih dahulu fotocopy orang yang mobilnya kita beli.



Prosedur Pegadaian Dengan Jaminan BPKB Mobil

Baik untuk mobil Avanza atau mobil jenis lainnya, ketentuannya pun sama saja, dengan prosedur yang sama pula.

-          Persiapkan Dokumen Sebelum Datang Ke Lembaga Terkait

Sebelum datang ke lembaga terkait, misalnya Perbankan, Pegadaian Syariah, Finance, maupun Koperasi, kita bisa menyiapkan beberapa dokumen persyaratan berikut ini, agar proses peminjaman tidak bolak-balik.

·         FC KTP (Kartu Tanda Penduduk)

·         FC KTP Istri (jika sudah menikah), FC KTP Orang Tua (jika calon debitur belum menikah)

·         FC KK (Kartu Keluarga)

·         FC NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) untuk para pengusaha, dan Slip Gaji untuk pekerja.

·         FC STNK dan BPKB.

·         Kwitansi Asli pembelian, jika belum balik nama.

·         BPKB Asli sebagai jaminan.

Dengan melengkapi syarat-syarat tersebut, kita bisa melanjutkan kepada prosedur selanjutnya.

-          Datang Ke Lembaga Keuangan Terkait

Beberapa lembaga terkait yang menyediakan peminjaman dengan sistem Gadai BPKB Mobil adalah :

·         Perbankan (BRI, BNI, Mandiri, BCA dll), yang menyediakan kredit Refinancing.

·         Pegadaian Syariah.

·         Finance (Adira, WOM, BFI dll).

·         Koperasi

Namun, saya secara pribadi tidak menyarankan untuk Koperasi, karena akhir-akhir ini banyak kasus koperasi yang bangkrut dan bisa saja jaminan yang kita jaminkan akan sulit untuk keluar. Karena itu kita harus selektif memilih lembaga keuangan yang terkait dengan kegiatan peminjaman kita.